29 Juni 2018, tepat dimana aku merasa canggung bertemu dengan orang baru yang sering kau sebut sebagai ibu. Beliau begitu ramah untukku yang baru saja memulai kata "selamat malam, maaf merepotkan" . Lalu beliau menjawab "minum teh dulu biar hangat, sebab angin terlampau kencang bersemangat". Kau dan ibumu tampak begitu dekat, sedangkan aku masih merasa canggung untuk menjawab. Batinku berkata "ah, untung saja tidak ditanya apa-apa" . Mungkin beliau yang kau sebut ibu sudah tidak asing lagi mendengar namaku. Beliau yang sempat menjadi tempat peraduan kisah mu denganku. Dan hingga beliau ingin tahu dan kamu menunjukkan salah satu fotoku. Katanya "manis, giginya tidak rapi seperti Adikmu" . Bahagianya aku kala itu, sempat dekat dan bercumbu dengan adikmu, adik yang sifatnya hampir sama denganku. Berambut ikal, manja padamu. Aku mencintai dia, yang baru saja aku tatap. Dia yang dengan polosnya melihatku siapa, yang duduk bersebelahan denganmu pada pertama kalinya. Adel, begitu kau memanggilnya. Aku tidak tahu, rasanya malam itu terlampau cepat berlalu. Pukul 10 malam, aku membangunkanmu mengajak pulang. Kamu yang setengah mengantuk, memaksa untuk membuka mata dan mengangguk. Tanda mengiyakan ajakanku untuk pulang. Aku tahu, saat itu kamu sedang letihnya karena perjalanan. Dan kau dengan sabar "iya, kita pulang sekarang". Dan kau menciumku lalu bergegas berdiri untuk berpamitan. Ibumu menahanku untuk tetap tinggal. Mungkin beliau kasihan melihatmu kelelahan seharian. Dan aku tetap pada pendirianku untuk kembali.
Pada tengah perjalanan, kita saling menangis, memeluk keadaan. Kau menggenggam tanganku erat, dan aku memelukmu dengan hangat. Jaket merah yang kau pinjamkan karena aku menggigil kedinginan, basah kuyup dengan air mata kepedihan. Ya, kita berpisah, kalah oleh keadaan. Bahagiaku datang secepat itu, dan pergi semudah itu. Aku mencintaimu, tulus. Dan kau pun sama. Sedang keadaan terlampau berbeda.
Kini, kita telah melupa. Menjadi sepasang dua orang asing yang tidak mengenal, satu sama lain. Semoga kau bahagia bersama dia, seterusnya.
@dyah_fi Surabaya, 16 Juli 2019