Jumat, 01 Februari 2019

Aku..

Rasanya lucu, hujan seakan tau tentang kenangan yang mencoba datang lalu membenamkan luka lagi. Entahlah, kata-kata tidak pernah habis diisi dengan sendu, tanya, dan pikiran-pikiran kosong. Anehnya lagi, situasi seakan mencari celah untuk tetap meronggah kenangan yang sudah usang, menghijaukan kembali, menyuburkan kembali, lalu terkena panas dan mati. "Ah, tahi" kataku. 

Kuatku hanyalah omong kosong, layaknya tong, terisi air dengan penuh, lalu ditendang percuma. Seperti itulah umpamanya. Betapa bodohnya aku dengan aksara, yang selalu menceritakan dia yang sudah hilang, namun bayangan tetap berdatangan. 

"Hai" kataku menyapanya. Sedikit tapi membekas pada nadi yang rumit. 
"sedang apa?" Kataku, sebuah ejaan yang menandakan jika aku rindu. 
"Masih sama?" Tanyaku menginginkan pasti. 
"Lalu apa?" Kataku dalam hati. 

Entahlah, aku masih selalu menyoal tentangmu yang hilang. Kamu yang bahagia dengannya, aku yang mencoba merawat luka. Aku hanya berusaha baik, berusaha melawan sakit dengan cerdik! Kamu tidak perlu tahu aku, yang ku ingin, kamu tetap berjalan dengan tujuanmu

@diyah_fi Surabaya, 31 Januari 2019 17:46

Tidak ada komentar:

Posting Komentar