Jika kamu benar-benar sudah bahagia, tolong beritahu aku, supaya aku bisa melepasmu dengan rela.
Jika kamu benar-benar telah menemukan yang pas, tolong beritahu aku supaya hatiku tidak selalu cemas.
Jika kamu sudah benar-benar lupa, tolong beritahu aku, jika kamu tidak akan pernah berada pada kembali.
Kamu adalah tetap yang menjadi bahan perbincanganku dengan Tuhan.
Tentang bahagiamu yang selalu ku nomor satukan,
Sedang bahagiaku menjadi nomormu yang sekian
Aku tau, gelombang yang pasang tak akan mengembalikan kenangan kita yang usang
Serangkaian mimpiku tak pernah padam tentangmu yang sudah tenggelam
Bersama air mata aku menceritakanmu selanjutnya
Jikalau memang kamu adalah fana,
Aku terhenti pada persimpangan jalan,
Yang mengisahkan kamu dan aku yang berbeda tujuan
Aku, kini.
Hanyalah seorang pemimpi
Bersamamu adalah cita-cita
Tapi bagimu, aku hanyalah sang pengidola
Lupaku tak benar-benar lupa,
Rindu yang kian mencekik, menghunus, merasuk
Tiba-tiba datang untuk kembali
Aku yang berusaha berlari
Tapi dia tetap datang menahanku berdiri
Kini,
Ketika aku benar-benar sudah terlanjur asing
Kamu,
Tetaplah mimpi yang tinggi,
Yang terus ku damba,
Hingga bibirku selalu berkicau,
Sedang telingaku tak bisa mendengar kata bising
@diyah_fi Surabaya, 06 Maret 2019
Tidak ada komentar:
Posting Komentar