Rabu, 06 Maret 2019

Sang pengidola

Jika kamu benar-benar sudah bahagia, tolong beritahu aku, supaya aku bisa melepasmu dengan rela.

Jika kamu benar-benar telah menemukan yang pas, tolong beritahu aku supaya hatiku tidak selalu cemas.

Jika kamu sudah benar-benar lupa, tolong beritahu aku, jika kamu tidak akan pernah berada pada kembali.

Kamu adalah tetap yang menjadi bahan perbincanganku dengan Tuhan.

Tentang bahagiamu yang selalu  ku nomor satukan,
Sedang bahagiaku menjadi nomormu yang sekian

Aku tau, gelombang yang pasang tak akan mengembalikan kenangan kita yang usang
Serangkaian mimpiku tak pernah padam tentangmu yang sudah tenggelam

Bersama air mata aku menceritakanmu selanjutnya
Jikalau memang kamu adalah fana,
Aku terhenti pada persimpangan jalan,
Yang mengisahkan kamu dan aku yang berbeda tujuan

Aku, kini.
Hanyalah seorang pemimpi
Bersamamu adalah cita-cita
Tapi bagimu, aku hanyalah sang pengidola

Lupaku tak benar-benar lupa,
Rindu yang kian mencekik, menghunus, merasuk
Tiba-tiba datang untuk kembali
Aku yang berusaha berlari
Tapi dia tetap datang menahanku berdiri

Kini,
Ketika aku benar-benar sudah terlanjur asing
Kamu,
Tetaplah mimpi yang tinggi,
Yang terus ku damba,
Hingga bibirku selalu berkicau,
Sedang telingaku tak bisa mendengar kata bising

@diyah_fi Surabaya, 06 Maret 2019

Tidak ada komentar:

Posting Komentar